3 mins read

KEDUNGREJO CERIA: M. AINUR RIDLO SIAP MAJU DI PILKADES SERENTAK BANYUWANGI

Di tengah hiruk-pikuk persiapan Pilkades Serentak Banyuwangi, satu nama muda mulai mencuri perhatian warga Kedungrejo, Kecamatan Muncar. M. Ainur Ridlo, M.Si, pria berusia progresif 34 tahun yang akrab disapa Ridlo, menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon kepala desa dengan membawa gagasan segar bertajuk “Kedungrejo Ceria”.

Berbeda dari narasi pembangunan desa yang lazim hanya berkutat pada infrastruktur fisik, Ridlo menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh: penguatan pendidikan, percepatan pelayanan publik, kehidupan sosial yang harmonis, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Semuanya dirangkum dalam tagline yang sederhana namun sarat makna, “Cerdas, Energik, Ramah, Indah, Amanah”.

Ketertarikan Ridlo pada dunia pengabdian masyarakat bukan hal baru. Jauh sebelum namanya disebut-sebut dalam bursa Pilkades, ia sudah lebih dulu turun langsung ke akar rumput. Pada 2015, ia merantau menjadi fasilitator masyarakat pedesaan di Deli Serdang, Sumatera Utara — pengalaman yang mempertemukannya dengan realita kehidupan desa dari sisi yang jarang dilihat orang kebanyakan. Setahun berselang, ia banting setir ke dunia pendidikan sebagai guru di SMAN 1 Sibolangit, sebelum akhirnya kembali mengabdi sebagai pendamping lokal desa.

Rangkaian pengalaman itu bukan sekadar catatan riwayat pekerjaan, melainkan bekal yang menempanya memahami denyut kebutuhan masyarakat desa dari berbagai sudut pandang.

Tak hanya di lapangan, jejak Ridlo juga terekam kuat di dunia organisasi. Di Muncar, ia dipercaya memimpin GP Ansor Muncar periode 2023-2025, sekaligus menjabat Wakil Sekretaris MWC NU Muncar periode 2022-2027 dan Ketua IKSASS Muncar periode 2021-2026. Kiprahnya kemudian merambah ke tingkat kabupaten: ia tercatat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Politik dan Pemerintahan GP Ansor Banyuwangi periode 2025-2029, aktif di LPNU Banyuwangi bidang Perencanaan dan Kajian, serta menjadi bagian dari BPC HIPMI Banyuwangi sebagai Kompartemen Kerja Sama Antar Daerah. Di ranah pendidikan dan sosial, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Yayasan Miftahul Ulum Muncar.

Rekam jejak lintas sektor itulah yang kini ia coba terjemahkan menjadi gagasan nyata untuk Kedungrejo.

Dalam konsep “Kedungrejo Ceria”, pendidikan, literasi, dan teknologi ditempatkan sebagai salah satu fokus utama, berjalan beriringan dengan pelayanan pemerintahan desa yang responsif terhadap kebutuhan warga.

“Desa harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Pendidikan, literasi dan teknologi harus bisa berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang cepat dan tepat,” ujar Ridlo, Senin (24/08/26).

Gagasannya tidak berhenti pada urusan pendidikan dan pelayanan. Ridlo turut menyoroti pentingnya kehidupan sosial yang aman, nyaman, dan harmonis, serta pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih tertata. Baginya, pembangunan desa yang ideal tidak melulu diukur dari deretan infrastruktur, melainkan juga dari kualitas masyarakatnya, kelestarian lingkungannya, dan birokrasi yang benar-benar melayani.

Atas dasar itu, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), penguatan birokrasi yang solid, serta tata kelola pemerintahan yang berintegritas turut ia masukkan sebagai bagian penting dari misinya.

“Kami ingin Kedungrejo menjadi desa yang cerdas, energik, ramah, indah dan amanah. Semangatnya adalah membangun desa bersama masyarakat, bukan hanya untuk masyarakat,” tegasnya.

Langkah Ridlo maju sebagai bakal calon kepala desa Kedungrejo menandai babak baru dalam perjalanan panjangnya mengabdi — dari ruang kelas, jalan-jalan desa, hingga ruang organisasi kemasyarakatan. Kini, seluruh pengalaman itu ia bawa masuk ke ruang pemerintahan desa, dengan satu harapan sederhana: menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kedungrejo.

Oleh: FA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *