3 mins read

Pesan Yai Hannan: Seorang Santri Harus Dapat Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat.

Imam Syafi’i pernah berkata: “Barangsiapa ingin dunia, maka dengan ilmu. Barangsiapa ingin akhirat, maka dengan ilmu. Dan barangsiapa ingin keduanya, juga dengan ilmu.” Berangkat dari perkataan bijak Imam Syafi’i ini, Dr. KH. Nur Hannan Lc., M.H.I selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Hasyim ingin para santrinya (khususnya) dan semua santri (umumnya) mendapatkan keduanya, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

Untuk mencapai tujuan ini, pengasuh membuat beberapa perencanaan yang matang. Beliau mempetakkan dunia dengan sekolah, sedangkan akhirat dengan pondok pesantren. Menurut beliau, belajar di pondok pesantren itu penting, tapi belajar di sekolah tidak kalah penting. Oleh karena itu, pengasuh membuat jadwal yang seimbang antara kegiatan ngaji di pondok pesantren dan belajar pelajaran sekolah.

Setiap hari, kegiatan ngaji di pondok pesantren hanya berlangsung sampai jam sembilan malam. Setelah itu, para santri diberikan waktu untuk belajar pelajaran sekolah. Kemudian, mereka diperbolehkan untuk jajan dan bermain sampai jam sepuluh malam. Setelah itu, para santri harus sudah istirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi kegiatan esok hari.

Tidak hanya itu, pengasuh juga memperhatikan kesehatan dan kebugaran para santri. Setiap pagi, para santri diwajibkan untuk sarapan agar mereka memiliki energi yang cukup untuk menghadapi kegiatan belajar di sekolah. Dengan demikian, para santri dapat mencapai tujuan mereka untuk mendapatkan keduanya, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dengan perencanaan yang matang dan perhatian yang tepat, pengasuh berhasil menciptakan lingkungan belajar yang seimbang dan harmonis. Para santri dapat menikmati kegiatan belajar yang menyenangkan dan bermanfaat, serta mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan mereka di masa depan.

Selain itu, pengasuh juga memperhatikan aspek-aspek lain yang penting dalam kehidupan para santri. Misalnya, mereka diberikan waktu untuk berolahraga dan bermain, sehingga mereka dapat menjaga kesehatan dan kebugaran mereka. Pengasuh juga memperhatikan aspek spiritual para santri, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, pengajian Al-Qur’an, ngaji kitab kuning dan lain-lain.

Dengan demikian, para santri dapat menikmati kehidupan yang seimbang dan harmonis, baik dalam aspek akademik, spiritual, maupun fisik. Mereka dapat mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan cerdas serta dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan negara.

Pengasuh juga memperhatikan pentingnya kerjasama dengan orang tua para santri. Biasanya mereka diundang untuk pertemuan dengan pengasuh dan pengajar di awal ketika mau memondokkan putra putrinya, serta di setiap awal bulan ketika menjenguk putra putrinya, sehingga mereka dapat memahami perkembangan anak-anak mereka dan memberikan dukungan yang lebih baik. Dengan demikian, para santri dapat merasakan dukungan yang kuat dari kedua belah pihak, baik dari pengasuh, para guru maupun dari orang tua mereka.

Dalam jangka panjang, pengasuh pondok pesantren tersebut berharap dapat menciptakan generasi yang beriman, berakhlak mulia dan cerdas serta dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan negara. Semua berharap dapat mempertahankan tradisi-tradisi yang baik dan memperbarui pengetahuan dan keterampilan para santri, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang lebih baik dan lebih maju.

Oleh: Putra Sahrul Ramadhan, Santri Pondok Pesantren Al Hasyim Mayangan Jogoroto Jombang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *