3 mins read

Ujian Doktor Terbuka di UNAIR, Ibu Nyai Lelly Lailiyah Noviyanti Angkat Peran Nilai-Nilai Qanun Asasi NU dalam Pengembangan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Surabaya – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar Ujian Doktor Terbuka Program Studi Doktor Hukum dan Pembangunan pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Auditorium Ternate Lantai 1, Gedung ASEEC Tower, Kampus B UNAIR. Pada kesempatan tersebut, Nyai Hj. Lelly Lailiyah Noviyanti, Dra., M.M. berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Nilai-Nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dalam Politik Hukum Pengembangan Sumber Daya Manusia di Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045.”

Lelly Lailiyah Noviyanti dikenal sebagai istri KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Pesantren Tebuireng. Kiprahnya selama ini tidak hanya mendampingi pengembangan pesantren, tetapi juga aktif memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Disertasi yang dipertahankannya menjadi cerminan dari komitmen tersebut melalui pendekatan akademik yang menghubungkan tradisi pesantren dengan pembangunan nasional.

Dalam disertasinya, Lelly mengkaji bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dapat menjadi landasan dalam politik hukum pengembangan sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pesantren. Penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa pembangunan SDM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga harus ditopang oleh karakter, integritas, spiritualitas, serta tanggung jawab sosial.

Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, kepemimpinan, dan kemampuan menjaga harmoni sosial. Di tengah tantangan globalisasi, transformasi digital, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat, pesantren tetap memiliki relevansi besar sebagai lembaga pendidikan yang mampu membentuk manusia Indonesia yang utuh.

Disertasi tersebut juga menegaskan bahwa politik hukum merupakan arah kebijakan negara dalam membentuk sistem hukum untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Dalam konteks itu, nilai-nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dinilai mampu menjadi dasar normatif bagi penyusunan kebijakan pengembangan SDM yang menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial.

Lebih jauh, penelitian ini memandang pembangunan manusia sebagai investasi jangka panjang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi maupun kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas karakter masyarakat, kepemimpinan yang berintegritas, serta kemampuan menjaga persatuan di tengah keberagaman. Oleh sebab itu, penguatan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan nasional.

Ujian doktor terbuka tersebut dipromotori oleh Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum. dengan tim ko-promotor Prof. Dr. Mas Rahmah, S.H., M.H., LL.M. dan Dr. Prawitra Thalib, S.H., M.H. Kehadiran para akademisi tersebut menunjukkan komitmen Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam melahirkan penelitian doktoral yang tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perumusan kebijakan publik.

Keberhasilan Lelly Lailiyah Noviyanti meraih gelar doktor menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi keluarga besar Pesantren Tebuireng, tetapi juga bagi kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama secara luas. Penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai yang diwariskan para ulama tetap memiliki relevansi dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa pada era modern.

Melalui disertasi ini diharapkan lahir model pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama yang mampu memperkuat karakter, meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penelitian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan pesantren dapat bersinergi dengan pengembangan ilmu pengetahuan modern dalam menghasilkan gagasan-gagasan yang aplikatif bagi kemajuan bangsa.

Penulis: Faizal Amin. Editor: Admin qunisia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *