3 mins read

Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS–Israel, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

Surabaya – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleks kediamannya pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Otoritas Iran kemudian mengonfirmasi kabar duka tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Media pemerintah Iran menyiarkan pengumuman tersebut secara emosional, dengan sejumlah presenter terlihat menahan tangis saat membacakan berita. Wafatnya Khamenei menandai berakhirnya lebih dari tiga dekade kepemimpinannya sebagai figur paling berpengaruh dalam struktur politik dan keagamaan Republik Islam Iran.

Arsitek Konsolidasi Kekuasaan

Khamenei memimpin Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini, tokoh utama Revolusi Islam 1979. Jika Khomeini dikenal sebagai arsitek ideologis revolusi, Khamenei berperan dalam memperkuat fondasi kekuasaan negara melalui konsolidasi militer, paramiliter, serta perluasan jaringan pengaruh regional.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei menjabat sebagai presiden Iran pada masa Perang Iran–Irak (1980–1988). Pengalaman konflik tersebut membentuk pandangannya yang keras terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat, yang saat itu mendukung Irak di bawah Saddam Hussein.

Vali Nasr, pakar Iran dan penulis Iran’s Grand Strategy, menyebut Khamenei sebagai pemimpin yang lahir dari pengalaman perang dan meyakini bahwa negaranya harus selalu siap menghadapi ancaman eksternal. Menurutnya, bagi Khamenei, revolusi, republik Islam, dan nasionalisme Iran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Penguatan Negara Keamanan

Di bawah kepemimpinannya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berkembang menjadi kekuatan dominan, tidak hanya dalam bidang militer tetapi juga politik dan ekonomi. Khamenei juga menggagas konsep “ekonomi perlawanan” untuk menjaga kemandirian Iran di tengah tekanan sanksi Barat.

Namun pendekatan tersebut memicu kritik di dalam negeri. Penanganan keras terhadap protes pasca-pemilu 2009 serta demonstrasi 2022 terkait isu hak perempuan memperlihatkan gaya kepemimpinan yang menempatkan stabilitas sebagai prioritas utama. Sejumlah pengamat menilai kebijakan itu membuat sebagian masyarakat merasa terbebani oleh konsekuensi politik dan ekonomi yang berkepanjangan.

Dari Kesepakatan Nuklir ke Ketegangan Regional

Meski dikenal tegas, Khamenei sempat menunjukkan sikap pragmatis dengan menyetujui perjanjian nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang bertujuan meredakan tekanan ekonomi akibat sanksi internasional. Namun keputusan pemerintahan Trump untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut mendorong Iran kembali pada sikap konfrontatif dan menolak dialog lebih lanjut dengan Washington.

Khamenei kemudian memperkuat strategi “bukan damai, bukan perang” serta memperluas dukungan terhadap jaringan sekutu regional seperti Hizbullah, Hamas, dan kelompok Houthi. Strategi ini menjadikan Iran sebagai pemain utama dalam dinamika konflik Timur Tengah sekaligus meningkatkan ketegangan dengan Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya secara terbuka melontarkan ancaman terhadap Khamenei di tengah eskalasi konflik Israel–Hamas dan serangkaian serangan terhadap target yang berafiliasi dengan Iran.

Titik Balik Republik Islam

Bagi para pendukungnya, Khamenei adalah simbol keteguhan Iran dalam menghadapi tekanan Barat dan Israel. Sebaliknya, para pengkritik menilai ia semakin terputus dari aspirasi generasi muda yang menginginkan reformasi politik dan perbaikan ekonomi.

Dengan wafatnya Khamenei yang telah terkonfirmasi secara resmi, Iran memasuki fase transisi kepemimpinan yang krusial. Peristiwa ini berpotensi menjadi titik balik paling signifikan dalam sejarah Republik Islam Iran sejak 1979, dengan implikasi besar bagi stabilitas politik domestik maupun dinamika geopolitik kawasan.

Penulis: AA/FA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *